Sabtu, 05 April 2014

SEMUT HITAM

Aku adalah seekor semut hitam
yang tak kurang besarnya dari lubang hidumu
dan tak kurang pula massanya dari sehelai bulu halusmu
Akulah tak meronta pada tuhan
untuk dipakaikan sebuah baju zirah
hanya ntuk membungkam hati tinggimu
                      
Walau  harus menyelam di Lautan Pasifik
dan bermain dengan sekelompok hiu yang giginya bagai gergaji
Aku tak goyah
Tetap dalam pijakan semestinya

Walau Pasifik harus berubah menjadi Laut Merah
dan auranya berlapis darah kental
Aku tak goyah
Tetap dalam pijakan semestinya

Kau tahu
Mengapa seekor semut sepertiku bias menjadi seorang Bruce Lee?
Walau badan kosong melontong
dan irama wajah semraut
Tak gentar dari ubun-ubun sampai ujung kaki

Satu hal yang ku genggam erat
Seerat simpul hidup seorang Soekarno
Bara api yang melahap hati dan aura
dan sinar matahari yang menerangi qalbu ini
Sinar yang dianugrahkan dari Sang Perkasa
Raja dari segala raja

Itulah belati yang ku genggam
Untuk membungkam hati tinggimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar