SEMUT HITAM
Aku
adalah seekor semut hitam
yang
tak kurang besarnya dari lubang hidumu
dan
tak kurang pula massanya dari sehelai bulu halusmu
Akulah
tak meronta pada tuhan
untuk
dipakaikan sebuah baju zirah
hanya
ntuk membungkam hati tinggimu
Walau harus menyelam di Lautan Pasifik
dan
bermain dengan sekelompok hiu yang giginya bagai gergaji
Aku
tak goyah
Tetap
dalam pijakan semestinya
Walau
Pasifik harus berubah menjadi Laut Merah
dan
auranya berlapis darah kental
Aku
tak goyah
Tetap
dalam pijakan semestinya
Kau
tahu
Mengapa
seekor semut sepertiku bias menjadi seorang Bruce Lee?
Walau
badan kosong melontong
dan
irama wajah semraut
Tak
gentar dari ubun-ubun sampai ujung kaki
Satu
hal yang ku genggam erat
Seerat
simpul hidup seorang Soekarno
Bara
api yang melahap hati dan aura
dan
sinar matahari yang menerangi qalbu ini
Sinar
yang dianugrahkan dari Sang Perkasa
Raja
dari segala raja
Itulah
belati yang ku genggam
Untuk
membungkam hati tinggimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar