BUKAN MILIK KAU
Ternyata
tak hanya makanan belaka yang iya incar
Tapi
juga selembar kertas ia rauk pula
Selembar
kertas yang membuat bola mata setiap orang menghijau
Padahal
itu bukan miliknya
Bukan
pula hak ia dapat
Mengapa
kau harus rauk itu semua
Sampai
wadahnya kau jilat sedap
Kaukah
kau milik siapa lembaran kertas itu,
Wahai
dewa!
Kami,
kaum rumput sepak bola,
meluapkan
kantong dan menyodorkan tangan ini untuk negri
Untuk
saudara-saudara kami yang dapurnya tak ngebul
Untuk
saudara-saudara kami yang Kasurnya sekeras batu
Untuk
saudara-saudara kami yang bergaul dengan ngiangan lalat